Jika Anda Terlanjur Membentak

ayah membentakSering kali anak jadi pencetus kemarahan kita. Sekali lagi bahasanya, “pencetus”. Artinya mereka hanya “menusuk balon” yang sudah membesar. Tetapi mereka sendiri bukanlah faktor asli pembuat kemarahan itu. Mereka hanya berkata sesuatu yang kurang tepat di situasi yang kurang tepat. Padahal faktor asli pembuat kemarahan itu adalah diri kita sendiri.

Tekanan pekerjaan, stress akibat perjalanan menuju atau pulang kantor, kondisi hubungan yang kurang baik dengan pasangan, kesalahan perhitungan bisnis dan masih banyak lagi hal yang sebenarnya menjadi penyebab asli kemarahan kita. Lalu hanya karena anak kita melakukan “kesalahan kecil” dengan merengek minta mainan atau minta dibuatkan sesuatu, meledaklah amarah kita dan akhirnya keluarlah kata-kata dengan intonasi sangat tinggi dan nada kasar kepada anak kita.

Lalu bagaimana jika hal itu terlanjur terjadi? Berikut ini beberapa hal yang bisa Anda lakukan :

Paksa Diri Anda untuk Diam

Hal pertama yang harus Anda lakukan adalah “memaksa diri Anda tenang”. Kenapa harus dipaksa? Karena jika tidak emosi itu terlampiaskan meluap-luap pada buah hati yang sangat Anda sayangi itu. Kalau sudah begitu, pasti nanti akan ada penyesalan yang harus Anda bayar.

Gunakan Logika

Alirkan pikiran rasional Anda. Berpikirlah selogis-logisnya bahwa sebenarnya itu bukan kesalahan anak Anda dan ia tak perlu menanggung kesalahan Anda. Pikiran rasional ini sangat perlu dihadirkan saat kita sangat emosional. Agar kita tak menyesal setelahnya

Peluk Anak Anda, Minta Maaf dan Ajaklah Bermain

Setelah Anda mulai tenang, minta maaflah kepada anak Anda. Peluk anak Anda dan ajaklah ia bermain seakan tidak terjadi apa-apa. Anda harus “membayar” emosi sesaat tadi dengan keintiman yang dalam dengan anak Anda. Hal ini penting agar tidak terjadi trauma khusus pada anak Anda.

Sebagian anak yang lahir dari keluarga broken home, menerima “bentakan” seperti ini hampir setiap hari. Akibatnya kejiwaan mereka menjadi terganggu. Secara psikologis mereka sakit. Dan itu berimbas pada kepribadiannya yang tidak sempurna. Pada akhirnya anak-anak seperti ini jika tak disembuhkan akan menjadi pribadi yang menyulitkan masyarakat bahkan sebagiannya kita menjuluki sebagai “sampah masyarakat”.

Ayah Bunda tentu tak mau anak yang kita sayangi menjadi seperti itu. Maka jaga baik-baik anak kita. Bukan hanya kebutuhan materialnya, tapi juga kebutuhan psikologisnya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s