Jangan Berbohong !

Jangan berbohong

Seringkali kita sedang menghadapi situasi yang tidak mengenakkan. Misal, kita sedang bepergian, cuaca panas dan kita ingin pulang saja atau berpindah tempat. Namun anak kita tidak mau pergi dan bersikeras tetap di sana (dengan berbagai alasan). Akhirnya si kecil mau di ajak pergi setelah “mengajukan syarat”. Karena kita sudah tidak nyaman di tempat itu dan ingin segera pergi, kita “mengiyakan” saja syarat si kecil. Padahal dalam hati tidak ada niat sama sekali untuk mengabulkan syarat tersebut. Semua hanya agar si kecil tidak rewel dan mau cepat-cepat “keluar dari kondisi tadi”.

Baca juga : Rahasia anak pintar ternyata sederhana

Bisa juga si kecil kita suruh sesuatu lalu ia membantah. Agar ia mau melaksanakan perintah itu, kita bujuk si kecil dengan beberapa “janji”. Si kecil menjadi takluk dengan janji tersebut. Tetapi sebenarnya kita hanya bermaksud memperlancar situasi saat itu saja. Kita sudah bersiap-siap untuk melanggar janji tersebut.

Jangan Lakukan

Sebaiknya Ayah Bunda jangan melakukan hal-hal di atas. Berbohong, walaupun terlihat remeh tetaplah berbohong. Hal ini sama saja dengan mengajarkan ketidakjujuran pada anak. Lama-kelamaan anak akan memiliki kesimpulan bahwa hal itu tidak apa-apa, toh dicontohkan oleh ayah dan bundanya. Selain itu ia akan memiliki kepribadian instan di mana segala sesuatu bisa di atur, walau harus berbohong sekali pun. Hal paling berbahaya adalah rusaknya integritas sang anak ketika mereka melihat standar nilai yang tidak baik ini.

Bersusah Payah Sekarang Demi Masa Depan

Walau kondisi yang kita hadapi kadang kurang mengenakkan, tetapi bersabarlah dengan kejujuran. Tetaplah bertahan untuk tidak “mengajukan” sebuah kebohongan pada anak. Kalau pun Anda sudah “terlanjur” berjanji demi memuluskan situasi yang ada, maka Anda HARUS menepati janji tersebut. Misal Anda berjanji akan membelikan anak boneka Mickey, maka Anda harus cari bonek itu, walau ternyata kenyataannya bisa jadi stok di toko-toko sedang kosong. Jika Anda berjanji akan membuatkan anak sebuah mainan dari kotak sabun di rumah, maka sesampainya di rumah, Anda harus melakukan itu, walau Anda sedang lelah. Ini bukan soal anak kecil yang bisa saja kita alihkan perhatiannya atau janji kepadanya yang sebenarnya remeh (dan terkesan bisa dilupakan). Ini soal pembentukan kepribadian masa depannya.

Kita sedang menanamkan pada anak bahwa janji itu adalah masalah serius. Berani berjanji berarti siap menepati. Bahkan ketika si anak tidak menagih janji kita karena sudah lupa, kita tetap harus memenuhinya. Saat ini kita punya problem serius dengan integritas bangsa. Dan sebuah bangsa sebagai komunitas yang besar dibentuk dari keluarga-keluarga. Maka semua bermula dari keluarga. Ajarkan anak kejujuran, dan Anda sedang membentuk bangsa yang jujur. Jangan hanya “menunjuk ketidakjujuran” orang lain yang menyebabkan krisis di sana-sini atas bangsa ini, tetapi lihat apa yang sudah kita perbuat, minimal di “keluarga kecil” kita.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s