Bunda, Hati-hati Kalau Bicara!

bunda hati0hati kalau bicara tips parenting ayah bunda ibu anak kecil buah hatiBarangkali masih banyak dari kita yang jika “kesal” pada anak mengeluarkan kata-kata yang kurang baik untuk didengar. Misal “dasar pemalas”, “dasar anak bodoh”, “dasar anak nggak bisa diatur”, dst. Sekilas itu terlihat biasa saja, toh cuma kata-kata. Tapi tahukah Ayah Bunda? Kata-kata seperti itu tidak sesederhana yang kita pikir. Itu adalah doa! Secara psikologis, hal itu juga menjadi semacam “doktrinasi” kepada anak bahwa dia memang seperti itu dan akan jadi seperti itu. Jike repetisi itu tak dihentikan, bisa jadi si anak akan jadi seperti yang kita sebutkan.

Terlebih lagi untuk seorang Bunda. Seorang ibu memiliki kekuatan dalam kata-katanya. Apalagi dalam Islam, seorang ibu bernilai “3 kali” dari seorang ayah. Maka setiap kata-kata yang keluar dari seorang ibu bisa sangat powerful nilainya bagi si anak. Hal ini bisa dijadikan “berita baik” ketika si ibu benar-benar memilih kata-kata terbaik untuk “menjuluki” si anak. Tapi kabar buruk buat ibu-ibu yang tidak bisa menjaga kata-katanya pada si anak. Dan selalu melontarkan kata-kata yang kurang baik pada mereka.

Mungkin sebagian Bunda pernah mendengar kisah ini, suatu saat seorang bocah kecil sedang bermain dengan tanah di luar rumah. Sementara sang Ibu sedang menyiapkan jamuan makan untuk tamu-tamu sang ayah di dalam rumah. Ketika para tamu belum datang, tiba-tiba sang anak masuk ke dalam rumah dan menaburkan debu-debu di atas makanan yang sudah disajikan dengan sangat rapi.

Baca juga : Rahasia anak pintar ternyata sederhana

Bagaimana ekspresi sang ibu? Sang ibu marah besar pada sang anak, tapi lihatlah apa yang diucapkannya : “idzhab ja’alakallahu imaaman lilharamain,” Pergi kamu…! Biar kamu jadi imam di Haramain…!”

 

Subhanallah, dalam keadaan sangat marah, sang ibu justru mengucapkan doa kebaikan untuk sang anak. Dan tahukan ayah bunda siapa anak itu? Dialah Syaikh Abdurrahman As Sudais, imam Masjidil Haram yang nada tartilnya banyak disukai oleh kaum muslimin sedunia !

Maka Bunda, seberapa pun kesalnya kita dengan tingkah pola anak kita. Berpikirlah dua kali sebelum memberikan hujatan-hujatan keburukan pada si anak. Tahu kah Bunda? Kata-kata Bunda itu “ajaib”, apa yang Bunda ucapkan insya Allah akan terjadi pada si anak. Jangan sampai, justru karena kata-kata kita sendiri, kita menjadi “direpotkan” oleh kelakuan si anak saat dia dewasa. Seorang ibu yang sering “menyumpahi” anaknya dengan kata-kata bodoh, bersiaplah menuai “kebodohan” itu. Seorang ibu yang biasa menyumpahi anaknya dengan kata-kata “pemalas”, bersiaplah saat dewasa mendapatkan kelakuannya yang malas. Dan ini sudah banyak sekali terbukti.

 

Oleh karena itu ucapkanlah kata-kata terbaik setiap hari pada anak kita. Bahkan saat kita sedang marah. Misal, “dasar anak pintar!”. “Dasar anak rajin!”, Dasar anak penurut!”. Mungkin terlihat lucu dan seperti bercanda, bagaimana mungkin kita mengucapkan hal itu padahal saat kejadian, terjadi sebaliknya. Tapi itulah kekuatan kata-kata seorang ibu. Percayalah Bunda, jika Bunda konsisten, “doa” Bunda itu akan terkabul. Tanpa terlalu terapi macam-macam, insya Allah kelakuan buruk anak-anak itu akan berubah dengan sendirinya. Secara psikologis itu juga dimungkinkan. Karena anak sering mendengar kata-kata baik dari ibunya, repetisi itu membentuk semacam doktrin pada anak dan lama kelamaan dirinya akan “menyimpulkan” bahwa itu “benar” sehingga suatu saat itu akan benar-benar terwujud.

 

Jadi Bunda…. Hati-hati ya kalau bicara/ mengucapkan sesuatu untuk anak… Para ayah silahkan ingatkan Bundanya. Tapi sang ayah juga wajib melakukan hal yang sama yaaa…

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s