Ayah Bunda, Didiklah Anak Perempuanmu dengan Benar

anak sholehah 2 tips parenting buah hati anak bayi ayah bundaSekarang ini candaan di berbagai grup WA atau grup-grup chat messenger lainnya kadang sudah keterlaluan. Bercandaannya bukan lagi pada hal-hal yang layak, tapi sudah mengarah pada “pelecehan”. Sebagiannya sudah “berbau” (maaf) seks. Entah pada dunia nyata terjadi atau tidak, tetapi sepertinya bercandaan itu sudah mulai berbahaya.

Mungkin di media ini bukan hal itu yang akan kita bahas. Tetapi andai Ayah Bunda bergabung dengan salah satu di antara grup-grup itu, Ayah Bunda akan mendapati seringnya foto-foto perempuan ditampilkan sebagai candaan. Hal yang paling sering tentunya, foto perempuan dengan tampilan yang seronok, dengan berbagai pose. Lalu ditertawakan ramai-ramai, atau “dilecehkan” ramai-ramai. Walau pun tentunya itu hanya foto.

Sepertinya pada masa kini hal itu “biasa saja”, apalagi kini era social media di mana semuanya “serba bebas” (baca : serba kebablasan. Kita akan dengan mudah menemukan foto-foto perempuan untuk “cuci mata” (begitu istilahnya) para lelaki yang sedang “sakit” hatinya. Ternyata masalahnya bukan sampai di situ. Kalau tadi yang jadi “bancakan” ramai-ramai adalah foto-foto perempuan cantik bertubuh molek dari berbagai pose, ternyata banyak juga foto perempuan yang (maaf) orang anggap “berparas sangat kurang”, dengan pose yang lucu, jadi bahan tertawaan di grup-grup.

Bagaimana Jika…

Sampai di atas tadi, masalahnya adalah masalah moral. Tapi tahukah Ayah Bunda, masalah yang lebih besar? BAGAIMANA JIKA YANG JADI BERCANDAAN ITU ADALAH ANAK-ANAK PEREMPUAN KITA? Sungguh menyakitkan bukan? Setidaknya bagi orang tua yang masih normal. Melihat foto anak perempuan kita jadi bahan guyonan ribuan orang tentu bukanlah sesuatu yang lucu. Apalagi jika foto anak perempuan yang sudah dewasa itu dijadikan sebagai pemicu-pemicu syahwat.

Perempuan adalah makhluk mulia. Fungsinya sebagai “tiang negara”, penguat sebuah bangsa, selayaknya mendapat tempat yang semestinya. Perempuan adalah ibu bagi peradaban, bukan “sekedar” pemuas kebutuhan seks para lelaki jalang yang selalu mencari mangsa baru untuk memuaskan kebutuhan syahwatnya. Seharusnya ia dihormati selayaknya Rasulullah SAW mengajarkan bahwa nilai seorang ibu 3 kali dari seorang ayah.

Siapa yang Salah?

Lalu dimana salahnya? Ya! Para lelaki itu salah, karena sudah menjadikan perempuan-perempuan itu sebagai pemuas birahi saja. Tetapi tahukah Ayah Bunda, kita orang tua bisa menyumbang saham kesalahan yang tidak sedikit. Andai kita tak mendidik anak perempuan kita dengan benar, lalu mereka bergaul pada lingkungan yang salah sehingga berperilaku salah. Maka akan didapati anak perempuan yang mulai besar tak menganggap salah beberapa hal seperti berpakai serba minim dan seronok, berfoto selfie dengan pakaian yang mengundang syahwat lelaki, hingga naudzubillah mau berhubungan di luar nikah dengan lelaki yang belum jelas segalanya (level keberagamaannya, kehalalannya, loyalitasnya bahkan kemampuan ekonominya).

Foto-foto yang diunggah diinternet dengan pose-pose merangsang itu tentu di upload dengan sengaja. Entah ingin sekedar eksis atau ingin menarik perhatian lelaki lainnya. Walau bisa saja foto-foto itu diambil orang lain, tetapi tentu orang lain tak akan mengambil foto sembarangan kalau tak ada “hal menarik” untuk dieksploitasi. Maka semua benteng itu kembali kepada kita Ayah Bunda. Bagaimana kita membentengi anak kita dengan nilai-nilai terbaik. Dan tak ada nilai terbaik selain nilai-nilai agama.

Jika anak kita terdidik dengan baik. Maka dari cara berpakaian, memilih teman, cara bergaul dst tentu akan baik. Kalau pun lagi “sial” dipotret orang yang tak minta izin sebelumnya lalu diunggah di internet, anak perempuan kita insya Allah akan tampil cantik dengan pakaian taqwanya. Kalau pun dikomentari di banyak grup (karena hal ini sungguh sulit dihindari di era crowd media saat ini), maka kemungkinan anak perempuan tersebut menjadi “tokoh baiknya”. Bahkan bisa jadi menginspirasi banyak orang lainnya.

Semua itu ada di tangan kita Ayah Bunda, akan kita jadikan seperti apa anak perempuan kita. Namun ingatlah, bahwa didikan kita akan menentukan bagaimana ia kelak, bahkan bisa jadi akan menentukan “nasib” kita di akhirat kelak.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s