5 Sikap yang Harus Anda Miliki Saat Rumah Seperti “Kapal Pecah”

ketika rumah seperti kapal pecah berantakan tips parenting buah hati ayah bunda anak balitaPenulis : Tim Admin

Bagaimana sebaiknya kita bersikap saat si Kecil selalu mengubah rumah yang tadinya rapi menjadi begitu berantakan? Beberapa sikap ini perlu anda miliki agar lebih bijaksana dalam menghadapi situasi ini:

1. Jangan Buru-buru Menyalahkan Pihak Lain dan Berempatilah

Saat Ayah pulang kerja, tentu ia menginginkan suasana rumah yang kondusif. Tekanan pekerjaan yang kadang seperti sudah tak bisa kita tolerir lagi juga kondisi jalanan yang sering membuat stress adalah beberapa penyebabnya. Namun apa yang terjadi saat pulang, Ayah melihat rumah seperti “kapal pecah”? Remah-remah makanan dimana-mana, mainan bertebaran dari sofa hingga kamar tidur, belum lagi piring-piring kotor tertumpuk tak beraturan, dan masih banyak lagi.

Saat melihat kondisi ini, jangan langsung mencari kambing hitam, seperti anak yang nakal, Bunda yang pemalas dst. Tenangkan diri Anda sesaat. Kemarahan takkan menyelesaikan masalah ini. Sebaliknya hidupkan rasa empati Anda. Sebab bisa jadi Bunda sudah berusaha yang terbaik untuk membuat rumah rapi, tetapi anak-anak Anda yang lucu itu kembali membuatnya berantakan. Bisa juga sebenarnya anak-anak Anda sudah punya tekad yang benar ingin merapikan sebelum Anda pulang, tetapi ternyata waktunya terlambat dan Anda keburu sampai rumah, serta masih banyak lagi. Dengan empati, insya Allah keadaan bisa jauh lebih baik.

 

2. Ajak Anak Ikut Merapikan

Jika anak-anak Anda belum tidur, maka ini justru bisa jadi momen untuk melatih rasa tanggung jawab anak. Ajak ia merapikan mainan-mainannya. Tentunya Anda harus berbicara secara persuasif agar anak mau merapikan mainannya, diiringi dorongan positif seperti pujian kepada anak ketika anak mau melakukannya. Hal ini menjadi positif karena anak akan belajar soal tanggung jawab. Selain itu, hal ini mungkin akan mengurangi beban Bunda yang sudah kelelahan sepanjang hari meladeni anak-anak yang lucu itu.

3. Pahamilah Bahwa Kreativitas Anak Lebih Mahal

Bisa jadi ini adalah poin paling penting dari semuanya. Perkembangan kreativitas anak Anda jauh lebih penting dan mahal daripada “sekedar” rumah yang rapi atau bahkan “rasa lelah Anda”. Ingatlah tantangan zaman selalu berbeda. Tantangan pada masa anak-anak Anda dewasa bisa jadi sangat berbeda dengan masa Anda hidup saat ini. Oleh karena itu karakter kreatif sangat dibutuhkan anak agar bisa selalu adaptif dengan perubahan dan sukses di masa depan. Ketika anak “selalu bergerak”, membuat sesuatu, mencipta sesuatu, maka ia sedang mengasah karakter kreatifnya. Jadi jangan cegah ia melakukan itu semua. Jadikan rumah Anda KANVAS KREATIVITASNYA. Percayalah, semua itu akan terbayar kelak di masa depan.

4. Ajari Anak Soal Bertanggung Jawab

Jika kondisi sudah kondusif, Anda bisa mengajaknya berdialog dan mengajarkannya soal tanggung jawab. Sehingga di lain hari, selepas bermain, ia akan merapikan mainannya seperti semula. Bisa juga, jalan tengah jika Anda mau mengajarkan anak soal tanggung jawab tanpa mematikan kreativitasnya, Anda sediakan media khusus atau tempat-tempat khusus di mana anak bisa menumpahkan kreativitasnya di sana. Hal ini selain mengasah tanggung jawabnya, juga akan mengajarkan ia soal disiplin dan menaati sebuah aturan. Namun sekali lagi ia masih anak kecil, jadi tolong dipahami jika ia belum sempurna dalam menjalankan semua itu.

5. Milikilah Sudut Pandang Baru

Ketimbang selalu mengeluh dengan kondisi yang ada, milikilah sebuah sudut pandang baru. Seorang teman pernah mengatakan bahwa anak adalah sebuah nikmat yang sangat luar biasa. Menurutnya, uang 1 milyar pun takkan bisa mengalahkan nikmatnya memiliki anak. Ayah Bunda pikirkanlah bahwa masih banyak pasangan yang ingin memiliki anak, namun sampai bertahun-tahun usia pernikahan belum juga dikaruniai anak. Maka bersyukurlah kita masih diberi Allah swt anak-anak yang lucu, sementara banyak orang sangat menginginkannya namun belum juga mendapatkannya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s