Kebersamaan dengan Anak Itu Bukan Cuma Kualitas, Tapi Juga Kuantitas

kebersamaan butuh kuantitas bukan cuma kualitas tips parenting buah hati ayah bunda anakMungkin sepertinya terbalik ya? Biasanya kita mendengar, kebersamaan dengan anak yang penting kualitas, bukan kuantitas. Biar sebentar, yang penting waktu-waktu bersama anak itu berkualitas tinggi. Kira-kira begitu premis yang banyak terjadi. Apa benar?

Selalu Ada “Kuota Minimal”

Pada kenyataannya selalu ada kuota-kuota minimal yang harus Anda penuhi untuk bersama anak Anda. Kualitas tidak dapat menggantikan kuantitas yang terlalu sedikit. Hanya “bertemu” anak 10 menit sehari bisa jadi tidak cukup untuk si kecil. Walaupun terkesan 10 menit itu sudah sangat maksimal di mana perhatian Anda penuh untuk mereka.

Anak butuh sosok orang tua secara lengkap, baik ayah atau pun ibu. Jika Anda berdua adalah orang tua yang bekerja, maka Anda berdua wajib mengagendakan waktu yang cukup dengan anak-anak. Untuk satu orang tua, setidaknya minimal 1 jam sehari bisa berinteraksi full dengan anak. Variasi kegiatan bisa menemani mengerjakan PR, menyiapkan makanan, bermain bersama, dll. Jika pun salah satu sedang sibuk, maka harus bergantian dengan pasangan agar anak tak “kosong” dari sosok orang tua.

Bagaimana Jika Realitanya Memang Tidak Bisa?

Lalu bagaimana jika realitanya pada weekdays kita memang tak bisa “bertemu” anak? Pagi kita harus berangkat sebelum mereka bangun dan saat pulang mereka sudah tidur. Ini kondisi darurat. Maka di sela-sela waktu kerja Anda wajib menyempatkan diri menghubungi mereka walau via telepon. Sebaiknya minimal 2 kali sehari. Lalu, pada weekend, ada satu hari yang memang Anda dedikasikan khusus untuk mereka.

Ayah Bunda yang berbahagia, bagaimana pun kondisi di atas (dimana sangat minim waktu untuk bertemu anak) adalah kondisi darurat dan Anda tetap harus menganggapnya darurat. Dalam arti, Anda harus berusaha keras untuk mengubah kehidupan Anda dan keluarga. Jika perkerjaan yang sekarang terlalu menyita waktu, maka Anda harus berjuang mencari kerja lain yang tak menghalangi kebersamaan Anda bersama anak. Manusia selalu diberikan potensi besar untuk menjadi jauh lebih baik. Tinggal kita mau berusaha keras atau tidak dalam mengeksploitasi potensi itu. Belajarlah dan belajarlah lebih banyak untuk mengubah kehidupan Anda.

Jangan Jadi Orang yang “Sial” Dua Kali

Ingat, masa-masa kecil anak takkan pernah terulang ! Selamanya! Jangan sampai Anda menyesal sangat jarang hadir dalam momen-momen penting kehidupan mereka. Jangan sampai Anda menyesal tak bisa membentuk kepribadian mereka dengan kepribadian yang utuh dan mulia. Jangan sampai Anda menyesal, saat mereka kecil Anda menghabiskan waktu bekerja keras, ketika dewasa mereka menjadi sosok yang tidak Anda kenal dan memiliki kepribadian yang buruk. Jadinya sial dua kali. Sudah tidak bisa “menikmati” masa-masa kecil mereka, lelah bekerja keras, eh sudah besar, mereka jadi sosok yang selalu menyusahkan orang tua.

Sosok orang tua sangat dibutuhkan pada masa-masa pembentukan kepribadian. Dan itu juga tidak hanya dibebankan ke sosok Bunda saja. Apalagi tentunya jika sang Bunda juga bekerja. Anak butuh sosok Ayah dan Bunda secara lengkap agar pribadi mereka jadi pribadi yang “lengkap” tidak mengalami penyimpangan dan keterbelakangan.

Anak adalah anugerah terindah kehidupan. Uang milyaran pun takkan bisa menggantikan nikmatnya punya anak. Sudah selayaknya kita yang mendapat nikmat anak menjaga nikmat ini dengan sebaik-baiknya..

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s