Di Balik Rimbun Mentari

Mentari itu terus saja tertawa

Menyaksikan awan yang selalu gagal

Padahal mereka sudah berkerumun padat

Menutup semua senja yang muram

Dalam kacamata yang bergores-gores

 

Lalu semua menjadi hitam pekat

Sebab gelap itu juga bisa menang

Melumatkan cahaya yang kadang terlengah

Di tengah kekuatan yang tertahan

 

Pada detik-detik terakhir

Seberkas sinar berhasil menembus kencang

Membuyarkan impian hitam

Membebaskan semua dari sekam

 

Dan mentari pun tersadar

Bahwa sinarnya masih bisa tertutup

Maka ia mulai menghembuskan angin

mengusir sang pekat

 

#puisi

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s