7 Tips Mencegah Stress Pada Anak

anak stressStress sebenarnya tidak hanya melanda orang dewasa. Meskipun anak-anak terlihat tidak memiliki beban, namun sebenarnya tanpa kita sadari, mereka pun dapat terkena stress. Namun, stress pada anak berbeda dengan stress pada orang dewasa karena anak-anak belum memiliki pengalaman dan kemampuan berkomunikasi seperti orang dewasa, maka cara mereka menghadapi stress pun akan berbeda dengan orang dewasa. Stress pada anak dapat disebabkan oleh situasi positif maupun negatif yang terjadi di luar rutinitas normal, dan seringkali menimbulkan gejala fisik atau perubahan perilaku.

Berikut adalah beberapa cara yang dapat anda gunakan untuk membantu anak anda menghadapi stress yang dialaminya :

  1. Makan dengan sehat. Badan yang sehat akan lebih kuat terhadap stress. Jadwalkan makan yang teratur dan waktu mengemil. Jangan sampai anak anda melewatkan waktu makannya.
  2. Olahraga merupakan perda stress yang baik. Sama seperti orang dewasa, anak-anak perlu waktu untuk bersantai. Jika anak anda sulit melepaskan diri dari video game, televisi atau komputer, ajaklah dan sediakan mereka permainan aktivitas seperti bola atau sepeda. Jika anak anda terlihat stress, bermainlah dengan mereka. Menghabiskan waktu bersama anak anda adalah cara yang baik untuk memulai komunikasi.
  3. Buatlah peraturan yang jelas dan konsisten dengan kedisiplinan. Anak-anak hidup dalam dunia yang ‘hitam dan putih’. Pedoman yang tidak jelas dan ketidakkonsistenan bahkan akan membuat mereka lebih bingung daripada orang dewasa
  4. Sentuhan fisik yang lembut adalah penyembuh yang baik. Terkadang pelukan lebih berarti daripada ribuan kata. Pereda stress fisik lain dapat berupa pijitan lembut pada anak anad di leher dan bahunya.
  5. Belajarlah untuk menjadi pendengar yang baik. Jangan kritik anak anda ketika ia ingin membicarakan masalahnya. Dan ingatlah bahwa anda tidak selalu perlu untuk memberikan nasehat. Terkadang anak anda hanyaperlu berbicara. Doronglah ia dengan pertanyaan terbuka seperti “Lalu gimana?” atau “Jadi, bagaimana perasaan kamu?”
  6. Ajarilah anak anda bahwa semua orang termasuk anda berbuat kesalahan. Awal yang baik adalah mengakui kesalahan anda pada anak anda dengan berkata “Ibu/Ayah minta maaf” atau “Itu kesalahan ibu/ayah” ketika anda berbuat kesalahan. Jika memungkinkan, gunakan pengalaman anda menghadapi situasi yang menyebabkan stress ketika anda masih kanak-kanak. Meskipun anda tidak berhasil mengatasi masalah anda, anda akan mengajarkan anak anda bahwa anda dapat belajar dan bahkan menertawakan kesalahan anda sendiri.
  7. Yang terakhir, ajarilah anak anda berlatih meredakan stress dan bantulah mereka mencari permainan yang dapat mereka mainkan untuk mengurangi stress.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s