7 Tips Menyembuhkan Anak dari Kecanduan Gadget / Smartphone

Follow IG kami : @posterbelajar

HP/ smartphone sudah demikian akrab dalam kehidupan kita. Sayangnya, selain nilai positifnya, gadget juga sering memberikan efek negatif kepada anak seperti : efek kecanduan, sifat asosial, kerusakan pada pengelihatan, kurangnya kerja motorik pada anak, malas melakukan aktivitas lain dan masih banyak lagi.

Dalam jangka panjang semua efek negatif ini akan berbahaya bagi masa depan anak. Apalagi jika anak masih dalam fase golden age-nya. Ayah Bunda harus segera lakukan antisipasi sebelum semuanya menjadi terlambat.

Berikut ini beberapa tips untuk mengurangi ketergantuangan pada gadget / HP / smartphone yang bisa dilakukan Ayah Bunda untuk “menyelamatkan” si kecil :

  1. Buat batasan waktu penggunaan gadget, sepakati bersama, dan disiplin-lah dalam melaksanakannya.
  2. Ajak anak beraktivitas di luar lebih banyak.
  3. Agendakan waktu bersama mereka. Ya, bukan “luangkan” waktu, tapi memang Anda harus menganggap mereka sebagai “agenda kehidupan” Anda. Dan jangan remehkan hal ini.
  4. Sesekali ajak mereka diskusi tentang bahaya dari smartphone, agar mereka juga memahami hal ini, bukan sebatas larangan.
  5. Dukunglah anak saat mau bermain ke luar bersama temannya.
  6. Berikan contoh yang baik. Ini mungkin bagian paling berat tapi justru paling powerful. Anda juga harus mengurangi penggunaan gadget saat sedang berkumpul dengan mereka. Batasi penggunaan gadget Anda sebatas pada pekerjaan. Itu pun Andai bisa diselesaikan di kantor, lakukanlah, agar waktu Anda bersama si kecil lebih berkualitas.
  7. Berikan mereka alternatif. Bisa berupa mainan edukatif, atau buku-buku yang menarik minat mereka, atau poster-poster dengan desain yang sangat menarik perhatian mereka.

Demikian tips-tips ini. Jika Anda merasa hal ini bermanfaat, silahkan SHARE tulisan ini ke rekan-rekan Anda (silahkan tekan tombol di bawah tanda panah).

Jika Anda ingin mendapat tulisan-tulisan inspiratif lainnya seputar dunia parenting langsung di WA Anda, silahkan KLIK >> DI SINI!

Kami akan mengirimkan artikel-artikel inspiratif seputar dunia parenting langsung ke HP Anda.

Iklan

Tips Memiliki Anak Sholeh, Pintar dan Kreatif

Follow IG kami : @posterbelajareksklusif

Memiliki anak yang sholeh, pintar dan kreatif adalah impian setiap orang tua. Anak sholeh akan selalu berbuat kebaikan di mana pun ia berada. Anak pintar bisa melakukan yang terbaik dalam kehidupan. Dan anak kreatif selalu bisa menaklukkan keadaan.

 

Berikut ini beberapa tips praktis yang bisa dilakukan orang tua agar anak bisa memiliki 3 katakter tersebut.

7 TIPS AGAR PUNYA ANAK SHOLEH

  1. Ajarkan Ia soal aqidah dan keimanan. Caranya banyak, mulai dari ngobrol santai soal Allah swt, tentang Nabi, hingga hikmah-hikmah kehidupan.
  2. Biasakan ia beribadah. Jika anak laki-laki, ajak ia ke Masjid sholah berjama’ah. Jika ia anak perempuan, ajak dia sholat berjama’ah bersama ibunya. Ajak juga ibadah lain seperti baca al qur’an, dzikir, hingga puasa. Namun pastikan semua TANPA PAKSAAN jika ia masih di usia golden age. Pastikan ia melakukan dengan senang.
  3. Latih akhlaq yang mulia. Sampaikan yang benar dan salah, yang patut dan tidak patut menurut agama. Tegur ia jika berbuat salah, puji ia jika melakukan hal yang benar.
  4. Perkenalkan ia masalah aurat sejak dini dengan bahasa yang mudah dipahaminya.
  5. Hindarkan ia dari tontonan (TV, smartphone, dll) serta teman-teman yang memungkinkan merusak keimanannya.
  6. Pilihlah sekolah yang megutamakan pendidikan karakter keIslaman, bukan sekedar prestasi akademis
  7. Buatlah lingkungan rumah se-kondusif mungkin. Mungkin dengan memasang doa-doa di dinding, kata-kata mutiara, hadits nabi, ayat qur’an, dll. Agar ia terbiasa dengannya.

Tools ini bisa membantu anak untuk jadi lebih sholeh, KLIK >> DI SINI.

7 TIPS PUNYA ANAK PINTAR

  1. Pilih makanan sehat yang bisa merangsang kecerdasan otaknya. Ajarkan ia untuk menghindari makan-makanan tidak sehat.
  2. Pupuk rasa ingin tahunya. Semaksimal mungkin, jawablah saat ia bertanya. Jangan mengeluh jika ia terlalu banyak bertanya. Sebab bertanya itulah gerbang ilmu untuknya.
  3. Ajak ia ke tempat-tempat yang bisa merangsang keinginannya untuk belajar lebih banyak, misal museum ilm pengetahuan, perpustakaan, dll.
  4. Pastikan ia tidur dengan pola yang konsisten, baik jumlah jam maupun polanya. Hal ini bisa menjaga kesehatan otaknya.
  5. Ajak selalu ia berpikir kritis, ajak ia berdiskusi, tentang apa pun. Ajak ia untuk mengambil hikmah, pelajaran atas setiap peristiwa yang dihadapinya.
  6. Jangan buru-buru membantu jika ia menemui kesulitan (kecuali jika situasi emergency), rangsang ia menemukan jawabannya sendiri.
  7. Jangan paksa ia belajar, tapi rangsanglah ia agar “senang belajar”. Tanamkan karakter pembelajar dalam dirinya. Jika ia senang belajar, maka insyaAllah sangat mudah baginya menjadi anak pintar.

Ini bisa membuat anak senang belajar tanpa dipaksa, KLIK >> DI SINI.

7 TIPS PUNYA ANAK KREATIF

  1. Jangan bantah pendapatnya, walau salah. Terima dulu, lalu perbaiki dengan nada bicara yang santai.
  2. Ajak ia bicara berbagai hal, multidisiplin ilmu. Kenalkan ia dengan sebanyak mungkin hal di luar sana.
  3. Jika anak pasif, sering-seringlah ajukan pertanyaan padanya. Dan pastikan Anda menghargai setiap jawabannya.
  4. Ajarkan ia aktivitas kreatif seperti menggambar, mencipta bentuk, dll.
  5. Sebisa mungkin, pada masa golden age, jauhkan ia dari smartphone. Ajak ia membuat mainan sendiri, dengan bahan apa pun yang ada di rumah.
  6. Pastikan proporsi liburannya cukup. Dan ajaklah ke tempat liburan yang selalu berbeda minimal sebulan sekali. Tak harus mahal, yang penting suasana liburan dan suasana perbedaan itu ada.
  7. Kondisikan rumah dengan suasana kreatif. Mungkin dengan memasang alat peraga yang bisa menjadi input atas otaknya. Sebab basis kreativitas adalah banyaknya input. Dengan banyaknya input, ia jadi punya banyak pilihan bertindak.

Memasang ini di rumah bisa menstimulasi anak menjadi lebih kreatif, KLIK >> DI SINI.

Demikian tips-tips ini. Jika Anda merasa hal ini bermanfaat, silahkan SHARE tulisan ini ke rekan-rekan Anda (silahkan tekan tombol di bawah tanda panah).

 

Jika Anda ingin mendapat tulisan-tulisan inspiratif lainnya seputar dunia parenting langsung di WA Anda, silahkan KLIK >> DI SINI!

Kami akan mengirimkan artikel-artikel inspiratif seputar dunia parenting langsung ke HP Anda.

Sebuah Renungan : Ayah Bunda, Lepaskan Egomu

orang tua pembelajarSalah satu kelemahan sebagian besar orang tua adalah ketidaksediaan mereka untuk belajar “ilmu menjadi orang tua”. Sebagian mereka terjebak pada rutinitas tiada akhir dan sebagian lagi menyepelekan fungsi orang tua.
Akhirnya anak berkembang tanpa arah yang jelas. Hanya sekedar memenuhi kebutuhan biologis dan sedikit kebutuhan eksistensi anak. Padahal menjadi orang tua sungguh tak mudah (dan imbalan besar bagi yang bisa menjalani peran ini dengan baik).
Sebagian orang tua malas belajar, padahal ilmu soal “parenting” sudah tersebar di mana-mana. Mereka menganggap “sudah bisa jadi orang tua” dengan memiliki anak tersebut. Atau “bisa menjadi orang tua” berbekal pengalaman yang mereka alami, baik atas diri mereka sendiri saat menjadi anak, atau melihat kasus-kasus yang terjadi.
Bisa jadi yang mereka alami, nilai yang mereka pegang ternyata tidak tepat, atau sudah tidak pas lagi dengan kehidupan anak-anaknya saat ini. Dan akhirnya pengasuhan anak berlangsung dengan cara yang kurang tepat. Akibatnya mungkin tak langsung dirasakan, tapi bisa jadi 5, 10, 15 atau 20 tahun mendatang, yang jika tidak diperbaiki akan menyusahkan mereka di masa depan.
Oleh karena itu Ayah Bunda, mari belajar menjadi orang tua yang baik. Jangan “gengsi” untuk belajar. Jangan marah jika mendapat kritik dari pihak lain soal pengasuhan yang kita lakukan. Jangan gunakan hawa nafsu kita saat mendengarkan sebuah ide soal pengasuhan anak yang mungkin berbeda dengan apa yang kita lakukan saat ini walau kita merasa sudah benar. Obyektiflah, dan prioritaskan masa depan anak-anak kita, kesehatan fisik dan psikologis anak kita daripada ego kita sendiri.
Tak pernah bermanfaat mempertahankan ego diri kita hanya untuk diakui bahwa kita orang tua yang hebat. Lalu kita tak mau sekedar duduk di sebuah seminar parenting, melihat video / cuplikan sebuah seminar, membaca buku-buku parenting, berdiskusi dengan orang tua lain seputar pengasuhan anak. Dan masih banyak lagi.
Jangan gengsi juga untuk mengubah diri jika ternyata kita melakukan kesalahan selama ini. Semakin cepat kita memperbaiki kesalahan, maka semakin baik akibatnya bagi anak-anak kita dan pada akhirnya untuk kita juga.
Anak-anak kita adalah kertas putih yang suci. Kitalah yang akan membentuk mereka jadi apa. Maka jangan biarkan kertas itu kusam, terkotori debu jalanan, atau terkoyak orang lain yang mau merusaknya. Jagalah anak-anak kita dengan baik. Karena mereka amanah sekaligus hadiah terindah dalam kehidupan.
Ingat, tak semua orang bisa mendapat nikmat ini, walau sudah berjuang sekuat tenaga untuk mendapatkannya. Buktikan rasa syukur kita dengan merawat buah hati kita sebaik-baiknya.

8 Ide Kegiatan Bersama Anak Pada Hari Libur di Rumah

menggambar bareng 8Jika selama weekdays kita banyak “dipisahkan” dengan anak oleh pekerjaan dan “gadget” 🙂 Mungkin sudah saatnya Ayah Bunda mengagendakan waktu bersama buah hati tersayang di hari libur dan melakukan sebuah kegiatan bersama yang bermanfaat.

Berikut ini beberapa rekomendasi kegiatan bersama yang mungkin bisa dilakukan :

  1. Merapikan Rumah Bersama

Mungkin terlihat membosankan, namun jika Ayah Bunda bisa mengemas momen ini dengan baik, maka ini bisa jadi momen yang sangat menyenangkan. Merapikan rumah ini bukan merapikan biasa. Merapikan rumah secara signifikan, seperti merubah lay out, susunan perabot, penempatan barang. Tujuan pragmatisnya, rumah yang lebih nyaman. Namun tujuan utamanya sebenarnya memiliki waktu bersama anak dan mengajarkan dia soa tanggung jawab.

2. Memasak Bersama

Hal ini terutama buat Bunda, walau para Ayah juga boleh (dan sudah sangat banyak contoh ayah yang jago masak). Anak dilibatkan dalam proses memasak. Dan karena ini momen spesial, yang dimasak mungkin bisa dipertimbangkan sesuatu yang spesial juga. Sesuatu yang saat weekdays jarang bisa kita konsumsi. Kalau biasanya saat weekdays, dengan alasan waktu /
biar nggak ribet, anak sering dilarang ikut membantu, dalam momen ini justru anak dilibatkan aktif. Mungkin hasil mereka tidak akan sempurna, namun sekali lagi bukan itu tujuannya. Ini adalah momen kebersamaan dengan anak, maka jaga baik-baik tujuan itu.

3. Mencuci Kendaraan Bersama

Mungkin lebih praktis jika mobil / motor di cuci di tukang cuci terdekat. Tetapi sesekali, cobalah untuk melakukan kegiatan kini bersama anak. Anak pasti akan suka (percayalah mereka suka sekali bermain air). Selain bisa mendekatkan diri dengan anak, momen ini juga bisa jadi saat kita mengajarkan anak soal kegiatan fisik yang seharusnya juga mereka bisa walau zaman ini semua serba bisa di outsourcing

4. Berkebun Bersama

Jika halaman rumah Ayah Bunda ada cukup area tanah untuk berkebung, maka cobalah ajak anak untuk bekebun bersama. Menanam pohon bersama, memberi pupuk, menyiram, merapikan tanaman, semua akan terasa menyenangkan dilakukan bersama Ayah Bunda.
Hal ini juga untuk mengurangi aktivitas bermain gadget atau nonton TV yang sekarang sudah terlalu banyak memberi dampak negatif bagi anak.

5. Olahraga Bersama

Ini pilihan yang bijak, karena bisa jadi Ayah Bundanya juga jarang olahraga. Namun untuk olahraga bersama ini, bisa jadi tensinya tak bisa terlalu keras. Karena bagaimana pun mereka masih kecil. Ayah Bunda bisa coba bermain bola bersama, main basket bersama, bersepeda bersama atau bahkan sekedar jogging bersama.

6. Bermain Bersama

Sepanjang weekdays mungkin Anda terlalu sering menolak ajakan anak untuk bermain bersama. Di weekend ini, coba “tebus dosa Anda”, dengan mengajak semua permainan yang disukai anak. Bisa jadi itu monopoli, ular tangga, permainan kartu hingga permainan fisik seperti petak umpet. Tertawalah bersama anak. Dekatlah dengan anak. Biarkan mereka merasakan kehadiran Ayah Bunda secara paripurna di momen ini dan pada saat bersamaan Anda menikmati masa kecil mereka “selagi mereka masih kecil”. Sebab bisa jadi momen-momen ini tidak akan terulang.

7. Berbelanja Bersama

Weekend ini Anda bisa ajak anak berbelanja bersama. Dan sekedar rekomendasi, agar lebih memmorable, ajak anak berbelanja ke pasar tradisional (soalnya kalau mal mungkin sudah sering). Ajak anak mengenal kehidupan “riil” di sekitar mereka. Ajarkan anak cara memilih bahan makanan yang baik. Ajarkan anak cara menawar yang baik dan masih banyak lagi. Ini akan jadi pengalaman yang menyenangkan buat anak. Pasar tradisional mungkin becek, kotor, dst, namun sesekali mereka perlu mengenal kondisi-kondisi seperti ini.

8. Menggambar Bersama

Menggambar adalah salah satu aktivitas yang disukai anak. Cobalah menggambar bersama di weekend ini. Carilah ide-ide gambar bentuk yang bisa Anda ajarkan kepada anak. Tak perlu mewah-mewah dari sisi peralatan. Beberapa crayon / pensil warna sudah cukup. Bahkan kadang beberapa lembar kertas HVS dengan pensil saja sudah cukup. Yang penting bagaimana Anda mengemas kegiatan tersebut.