Menyelamatkan Anak dari Kecanduan HP / Smartphone dengan Solusi Poster Belajar

Poster Belajar hadir sebagai solusi atas masalah ketergantungan/kecanduan anak atas HP/  gadget / smartphone. Silahkan Ayah Bunda lihat model-modelnya DI SINI.

Bagaimana Poster Belajar Membantu Ayah Bunda Melepaskan Ananda dari BAHAYA Ketergantungan HP?

 

1. Mengalihkannya dari HP/gadget. Dengan ukuran yang cukup besar dan desain yang SANGAT MENARIK, perhatian anak akan teralihkan dari HP/gadget. Poster Belajar dirancang dalam besar yang cukup dan desain yang sangat menarik atensi anak. Sehingga cukup banyak alasan anak untuk menghentikan sendiri aktivitasnya di depan HP dan berpindah ke Poster Belajar.

2. Menyelamatkan dari sakit mata. Layar HP selain kecil, juga dibentuk oleh eketron yang bervibrasi aktif, melihatnya terlalu lama, dapat menyebabkan kerusakan pada mata. Dengan  Poster Belajar, anak terhindar dari vibrasi aktif tersebut.

3. Menyadarkannya akan dunia yang lebih luas. Secara psikologis, layar HP yang kecil, dan mengajak anak untuk fokus ke sana, seperti mengajarkan padanya untuk bersifat asosial dan asyik dengan kehidupan sendiri. Poster Belajar yang cukup besar namun tetap mengasyikkan untuk dilihat bisa membantunya keluar dari “dunia kecil” tersebut dan kembali ke dunia nyata yang lebih besar.

4. Memberinya alternatif. Anda bisa saja melarang anak menggunakan HP/gadget terlalu sering, namun kita juga harus memberikannya solusi. Dengan memberikan Poster Belajar, kita memberikan mereka alternatif lain selain bermain HP.

5. Membantu mengendalikan dunia mereka. Ayah Bunda lebih sulit mengontrol apa yang dilihat anak saat main HP. Namun dengan memindahkan perhatian mereka kepada Poster Belajar, hal ini bisa dihindari.

6. Menghilangkan kebosanan. Poster Belajar memiliki 100 model. Ada baiknya Ayah Bunda membeli langsung beberapa, namun jangan langsung dikeluarkan semua. Keluarkan dulu misalnya 5 pcs, ajak dia memasang dan berinteraksi. Selang beberapa pekan jika anak mulai bosan (biasanya anak kecil cepat bosan), Ayah Bunda bisa keluarkan stok baru yang sudah disimpan sebelumnya.

7. Ajak anak ikut memasang Poster Belajar di dinding kamarnya. Hal ini akan membantu menyehatkan aktivitas motoriknya dan bisa membangun kebersamaan dengan anak.

8. Konten-konten Poster Belajar membantunya menjadi  anak yang pintar/cerdas, Sholeh/ah dan kreatif.

9. Bisa jadi sarana kedekatan orang tua-anak dengan ide-ide permainan kreatif. Ayah Bunda bisa kreatif menciptakan permainan bersama dengan Poster Belajar, mulai dari tebak nama, tebak angka, “barang yang hilang”, hingga menggambar bersama. Permainan yang bisa membuatnya beraktivits fisik, membangun kembali jiwa sosial/kebersamaan, hingga merajut kembali kecerian keluarga yang mungkin terenggut oleh HP/gadget.

 

 

 

Iklan

Ini Dia 7 Alasan Kenapa Poster Belajar Bisa Membantu Anak Jadi Tambah Pintar, Sholeh/ah dan Kreatif

Follow IG kami : @posterbelajar

Memiliki Anak yang pintar/cerdas, sholeh/ah, dan juga kreatif adalah impian setiap orang tua. Apalagi jika 3 karakter itu bisa didapatkan sekaligus.

Poster Belajar hadir untuk membantu orang tua mewujudkan anak dengan karakter positif tersebut.

7 Alasan Kenapa Poster Belajar Bisa Membantu Anak Jadi Lebih Pintar / Cerdas

 

  1. Poster Belajar membuat anak senang belajar. Karena didesain oleh desainer profesional yang paham benar ilmu komunikasi visual.
  2. Karena senang belajar, frekuensi anak untuk belajar jadi bertambah, tanpa harus dipaksa.
  3. Poster Belajar menaikkan repetisi pembelajaran anak. Repetisi ini adalah kunci kesuksesan dalam belajar.
  4. Poster Belajar memudahkan materi yang sulit menjadi lebih mudah dicerna.
  5. Poster Belajar menciptakan suasana rumah, menjadi suasana belajar, tetapi dengan suasana yang menyenangkan.
  6. Dengan bentuk poster, belajar jadi mudah, tak perlu buka-buka buku atau loading untuk belajar sesuatu yang disukai atau ingin dikuasainya.
  7. Poster Belajar menjaga minat belajar anak. Karena memiliki 100 model yang bisa dipilih. Jika bosan, Ayah Bunda bisa memberinya tipe lain dari seri yang sama.

Yukk ORDER SEKARANG Poster Belajar, KLIK >> DI SINI !

Tips Memiliki Anak Sholeh, Pintar dan Kreatif

Follow IG kami : @posterbelajareksklusif

Memiliki anak yang sholeh, pintar dan kreatif adalah impian setiap orang tua. Anak sholeh akan selalu berbuat kebaikan di mana pun ia berada. Anak pintar bisa melakukan yang terbaik dalam kehidupan. Dan anak kreatif selalu bisa menaklukkan keadaan.

 

Berikut ini beberapa tips praktis yang bisa dilakukan orang tua agar anak bisa memiliki 3 katakter tersebut.

7 TIPS AGAR PUNYA ANAK SHOLEH

  1. Ajarkan Ia soal aqidah dan keimanan. Caranya banyak, mulai dari ngobrol santai soal Allah swt, tentang Nabi, hingga hikmah-hikmah kehidupan.
  2. Biasakan ia beribadah. Jika anak laki-laki, ajak ia ke Masjid sholah berjama’ah. Jika ia anak perempuan, ajak dia sholat berjama’ah bersama ibunya. Ajak juga ibadah lain seperti baca al qur’an, dzikir, hingga puasa. Namun pastikan semua TANPA PAKSAAN jika ia masih di usia golden age. Pastikan ia melakukan dengan senang.
  3. Latih akhlaq yang mulia. Sampaikan yang benar dan salah, yang patut dan tidak patut menurut agama. Tegur ia jika berbuat salah, puji ia jika melakukan hal yang benar.
  4. Perkenalkan ia masalah aurat sejak dini dengan bahasa yang mudah dipahaminya.
  5. Hindarkan ia dari tontonan (TV, smartphone, dll) serta teman-teman yang memungkinkan merusak keimanannya.
  6. Pilihlah sekolah yang megutamakan pendidikan karakter keIslaman, bukan sekedar prestasi akademis
  7. Buatlah lingkungan rumah se-kondusif mungkin. Mungkin dengan memasang doa-doa di dinding, kata-kata mutiara, hadits nabi, ayat qur’an, dll. Agar ia terbiasa dengannya.

Tools ini bisa membantu anak untuk jadi lebih sholeh, KLIK >> DI SINI.

7 TIPS PUNYA ANAK PINTAR

  1. Pilih makanan sehat yang bisa merangsang kecerdasan otaknya. Ajarkan ia untuk menghindari makan-makanan tidak sehat.
  2. Pupuk rasa ingin tahunya. Semaksimal mungkin, jawablah saat ia bertanya. Jangan mengeluh jika ia terlalu banyak bertanya. Sebab bertanya itulah gerbang ilmu untuknya.
  3. Ajak ia ke tempat-tempat yang bisa merangsang keinginannya untuk belajar lebih banyak, misal museum ilm pengetahuan, perpustakaan, dll.
  4. Pastikan ia tidur dengan pola yang konsisten, baik jumlah jam maupun polanya. Hal ini bisa menjaga kesehatan otaknya.
  5. Ajak selalu ia berpikir kritis, ajak ia berdiskusi, tentang apa pun. Ajak ia untuk mengambil hikmah, pelajaran atas setiap peristiwa yang dihadapinya.
  6. Jangan buru-buru membantu jika ia menemui kesulitan (kecuali jika situasi emergency), rangsang ia menemukan jawabannya sendiri.
  7. Jangan paksa ia belajar, tapi rangsanglah ia agar “senang belajar”. Tanamkan karakter pembelajar dalam dirinya. Jika ia senang belajar, maka insyaAllah sangat mudah baginya menjadi anak pintar.

Ini bisa membuat anak senang belajar tanpa dipaksa, KLIK >> DI SINI.

7 TIPS PUNYA ANAK KREATIF

  1. Jangan bantah pendapatnya, walau salah. Terima dulu, lalu perbaiki dengan nada bicara yang santai.
  2. Ajak ia bicara berbagai hal, multidisiplin ilmu. Kenalkan ia dengan sebanyak mungkin hal di luar sana.
  3. Jika anak pasif, sering-seringlah ajukan pertanyaan padanya. Dan pastikan Anda menghargai setiap jawabannya.
  4. Ajarkan ia aktivitas kreatif seperti menggambar, mencipta bentuk, dll.
  5. Sebisa mungkin, pada masa golden age, jauhkan ia dari smartphone. Ajak ia membuat mainan sendiri, dengan bahan apa pun yang ada di rumah.
  6. Pastikan proporsi liburannya cukup. Dan ajaklah ke tempat liburan yang selalu berbeda minimal sebulan sekali. Tak harus mahal, yang penting suasana liburan dan suasana perbedaan itu ada.
  7. Kondisikan rumah dengan suasana kreatif. Mungkin dengan memasang alat peraga yang bisa menjadi input atas otaknya. Sebab basis kreativitas adalah banyaknya input. Dengan banyaknya input, ia jadi punya banyak pilihan bertindak.

Memasang ini di rumah bisa menstimulasi anak menjadi lebih kreatif, KLIK >> DI SINI.

Demikian tips-tips ini. Jika Anda merasa hal ini bermanfaat, silahkan SHARE tulisan ini ke rekan-rekan Anda (silahkan tekan tombol di bawah tanda panah).

 

Jika Anda ingin mendapat tulisan-tulisan inspiratif lainnya seputar dunia parenting langsung di WA Anda, silahkan KLIK >> DI SINI!

Kami akan mengirimkan artikel-artikel inspiratif seputar dunia parenting langsung ke HP Anda.

Mau Anak Sukses di Masa Depan?

(Advertorial)

Anak adalah buah hati belahan jiwa. Pastikan orang tua mengetahui talenta anak. Ia bisa jadi apa saja di masa depan. Dokter, insinyur (2 profesi klasik cita-cita anak “dulu”), akuntan, pengusaha, perwira militer, pendidik, aktivis NGO/LSM, dan masih banyak lagi.

Percayalah, apa pun bidang yang ditekuninya ia akan sukses. Tugas kita sebagai orang tua adalah menyiapkan bekal untuknya di masa depan.

Dan ada satu bekal yang wajib dimiliki anak kita, suatu karakter sukses  agar ia bisa survive bahkan terus berkembang walau “tidak ada kita lagi di sampingnya”.

Ya, ia adalah “KARAKTER PEMBELAJAR“. Karena dengan karakter tersebut ia mampu beradaptasi dengan keadaan, bahkan berkembang dengan setiap keadaan yang baru.

Maka bangunlah karakter pembelajar dalam diri anak, sejak saat ini, saat ia masih kecil.

Poster Belajar memiliki value besar menanamkan karakter pembelajar dalam diri anak. Setiap poster kami didesain spesial untuk tujuan besar itu. Ayah Bunda bisa lihat detil poster-poster kami >> di sini .

Belajar itu (Seharusnya) Menyenangkan

Poster Belajar berusaha menanamkan satu nilai : “belajar itu menyenangkan”.

Dengan desain-desain terbaik yang dibuat oleh para desainer profesional yang sangat paham soal ilmu komunikasi visual, Poster Belajar mencoba mengubah hal yang sulit menjadi mudah dipelajar bahkan menyenangkan.

Jadikan masa kecil anak masa yang menyenangkan. Bahkan saat kita menanamkan karakter pembelajar dalam diri anak tersebut.

Anak bisa belajar tanpa dipaksa, anak jadi senang belajar. Ayah Bunda bisa lihat detil poster-poster kami >> di sini.

Berikan yang Terbaik dan Teristimewa Hanya untuk Anak

Biasakan memberikan yang terbaik untuk anak. Hati terbaik, perhatian terbaik, kasih sayang terbaik, dan semua yang terbaik.

Poster Belajar adalah produk terbaik yang bisa diberikan Ayah Bunda kepada Ananda. Sebab desainnya profesional, dan secara materiil, menggunakan bahan berkualitas tinggi, art carton 260gr, yang lebih tebal, lebih awet, tidak mudah robek.

Jauh di atas produk yang ada di kaki lima. Kualitas cetaknya pun juga di atas rata-rata, jauh lebih tajam, jauh lebih berkualitas.

Memberikan anak Poster Belajar adalah salah satu bukti bahwa Ayah Bunda ingin memberikan yang terbaik, yang teristimewa kepada anak.

Ayah Bunda bisa lihat detil poster kami >> di sini.

Beri Kemudahan pada Anak dalam Belajar

Poster Belajar berusaha memudahkan anak dalam belajar. Kami rancang materi yang sulit menjadi lebih mudah dan lebih menyenangkan untuk dicerna.

Dengan materi pembelajaran berbentuk poster, mereka juga jadi lebih mudah untuk belajar, karena bisa dilihat kapan pun mereka mau.

Dan kemudahan lainnya, Ayah Bunda bisa memilihkan dan mengganti-ganti materi pelajaran sesuai pembelajaran anak, karena kami punya 100 model untuk di pilih. Ayah Bunda bisa lihat detil pilihannya >> di sini .

Pada akhirnya, mari kita siapkan masa depan anak-anak kita dari sekarang, dengan menanamkan karakter pembelajar dalam diri mereka. Di mana mereka akan adaptif, siap dengan perubahan bahkan bisa mengubah masa depan.

Ayo sediakan Poster Belajar di rumah untuk Ananda sekarang. Silahkan memilihnya >> di sini.

Sebuah Renungan : Ayah Bunda, Lepaskan Egomu

orang tua pembelajarSalah satu kelemahan sebagian besar orang tua adalah ketidaksediaan mereka untuk belajar “ilmu menjadi orang tua”. Sebagian mereka terjebak pada rutinitas tiada akhir dan sebagian lagi menyepelekan fungsi orang tua.
Akhirnya anak berkembang tanpa arah yang jelas. Hanya sekedar memenuhi kebutuhan biologis dan sedikit kebutuhan eksistensi anak. Padahal menjadi orang tua sungguh tak mudah (dan imbalan besar bagi yang bisa menjalani peran ini dengan baik).
Sebagian orang tua malas belajar, padahal ilmu soal “parenting” sudah tersebar di mana-mana. Mereka menganggap “sudah bisa jadi orang tua” dengan memiliki anak tersebut. Atau “bisa menjadi orang tua” berbekal pengalaman yang mereka alami, baik atas diri mereka sendiri saat menjadi anak, atau melihat kasus-kasus yang terjadi.
Bisa jadi yang mereka alami, nilai yang mereka pegang ternyata tidak tepat, atau sudah tidak pas lagi dengan kehidupan anak-anaknya saat ini. Dan akhirnya pengasuhan anak berlangsung dengan cara yang kurang tepat. Akibatnya mungkin tak langsung dirasakan, tapi bisa jadi 5, 10, 15 atau 20 tahun mendatang, yang jika tidak diperbaiki akan menyusahkan mereka di masa depan.
Oleh karena itu Ayah Bunda, mari belajar menjadi orang tua yang baik. Jangan “gengsi” untuk belajar. Jangan marah jika mendapat kritik dari pihak lain soal pengasuhan yang kita lakukan. Jangan gunakan hawa nafsu kita saat mendengarkan sebuah ide soal pengasuhan anak yang mungkin berbeda dengan apa yang kita lakukan saat ini walau kita merasa sudah benar. Obyektiflah, dan prioritaskan masa depan anak-anak kita, kesehatan fisik dan psikologis anak kita daripada ego kita sendiri.
Tak pernah bermanfaat mempertahankan ego diri kita hanya untuk diakui bahwa kita orang tua yang hebat. Lalu kita tak mau sekedar duduk di sebuah seminar parenting, melihat video / cuplikan sebuah seminar, membaca buku-buku parenting, berdiskusi dengan orang tua lain seputar pengasuhan anak. Dan masih banyak lagi.
Jangan gengsi juga untuk mengubah diri jika ternyata kita melakukan kesalahan selama ini. Semakin cepat kita memperbaiki kesalahan, maka semakin baik akibatnya bagi anak-anak kita dan pada akhirnya untuk kita juga.
Anak-anak kita adalah kertas putih yang suci. Kitalah yang akan membentuk mereka jadi apa. Maka jangan biarkan kertas itu kusam, terkotori debu jalanan, atau terkoyak orang lain yang mau merusaknya. Jagalah anak-anak kita dengan baik. Karena mereka amanah sekaligus hadiah terindah dalam kehidupan.
Ingat, tak semua orang bisa mendapat nikmat ini, walau sudah berjuang sekuat tenaga untuk mendapatkannya. Buktikan rasa syukur kita dengan merawat buah hati kita sebaik-baiknya.

8 Ide Kegiatan Bersama Anak Pada Hari Libur di Rumah

menggambar bareng 8Jika selama weekdays kita banyak “dipisahkan” dengan anak oleh pekerjaan dan “gadget” 🙂 Mungkin sudah saatnya Ayah Bunda mengagendakan waktu bersama buah hati tersayang di hari libur dan melakukan sebuah kegiatan bersama yang bermanfaat.

Berikut ini beberapa rekomendasi kegiatan bersama yang mungkin bisa dilakukan :

  1. Merapikan Rumah Bersama

Mungkin terlihat membosankan, namun jika Ayah Bunda bisa mengemas momen ini dengan baik, maka ini bisa jadi momen yang sangat menyenangkan. Merapikan rumah ini bukan merapikan biasa. Merapikan rumah secara signifikan, seperti merubah lay out, susunan perabot, penempatan barang. Tujuan pragmatisnya, rumah yang lebih nyaman. Namun tujuan utamanya sebenarnya memiliki waktu bersama anak dan mengajarkan dia soa tanggung jawab.

2. Memasak Bersama

Hal ini terutama buat Bunda, walau para Ayah juga boleh (dan sudah sangat banyak contoh ayah yang jago masak). Anak dilibatkan dalam proses memasak. Dan karena ini momen spesial, yang dimasak mungkin bisa dipertimbangkan sesuatu yang spesial juga. Sesuatu yang saat weekdays jarang bisa kita konsumsi. Kalau biasanya saat weekdays, dengan alasan waktu /
biar nggak ribet, anak sering dilarang ikut membantu, dalam momen ini justru anak dilibatkan aktif. Mungkin hasil mereka tidak akan sempurna, namun sekali lagi bukan itu tujuannya. Ini adalah momen kebersamaan dengan anak, maka jaga baik-baik tujuan itu.

3. Mencuci Kendaraan Bersama

Mungkin lebih praktis jika mobil / motor di cuci di tukang cuci terdekat. Tetapi sesekali, cobalah untuk melakukan kegiatan kini bersama anak. Anak pasti akan suka (percayalah mereka suka sekali bermain air). Selain bisa mendekatkan diri dengan anak, momen ini juga bisa jadi saat kita mengajarkan anak soal kegiatan fisik yang seharusnya juga mereka bisa walau zaman ini semua serba bisa di outsourcing

4. Berkebun Bersama

Jika halaman rumah Ayah Bunda ada cukup area tanah untuk berkebung, maka cobalah ajak anak untuk bekebun bersama. Menanam pohon bersama, memberi pupuk, menyiram, merapikan tanaman, semua akan terasa menyenangkan dilakukan bersama Ayah Bunda.
Hal ini juga untuk mengurangi aktivitas bermain gadget atau nonton TV yang sekarang sudah terlalu banyak memberi dampak negatif bagi anak.

5. Olahraga Bersama

Ini pilihan yang bijak, karena bisa jadi Ayah Bundanya juga jarang olahraga. Namun untuk olahraga bersama ini, bisa jadi tensinya tak bisa terlalu keras. Karena bagaimana pun mereka masih kecil. Ayah Bunda bisa coba bermain bola bersama, main basket bersama, bersepeda bersama atau bahkan sekedar jogging bersama.

6. Bermain Bersama

Sepanjang weekdays mungkin Anda terlalu sering menolak ajakan anak untuk bermain bersama. Di weekend ini, coba “tebus dosa Anda”, dengan mengajak semua permainan yang disukai anak. Bisa jadi itu monopoli, ular tangga, permainan kartu hingga permainan fisik seperti petak umpet. Tertawalah bersama anak. Dekatlah dengan anak. Biarkan mereka merasakan kehadiran Ayah Bunda secara paripurna di momen ini dan pada saat bersamaan Anda menikmati masa kecil mereka “selagi mereka masih kecil”. Sebab bisa jadi momen-momen ini tidak akan terulang.

7. Berbelanja Bersama

Weekend ini Anda bisa ajak anak berbelanja bersama. Dan sekedar rekomendasi, agar lebih memmorable, ajak anak berbelanja ke pasar tradisional (soalnya kalau mal mungkin sudah sering). Ajak anak mengenal kehidupan “riil” di sekitar mereka. Ajarkan anak cara memilih bahan makanan yang baik. Ajarkan anak cara menawar yang baik dan masih banyak lagi. Ini akan jadi pengalaman yang menyenangkan buat anak. Pasar tradisional mungkin becek, kotor, dst, namun sesekali mereka perlu mengenal kondisi-kondisi seperti ini.

8. Menggambar Bersama

Menggambar adalah salah satu aktivitas yang disukai anak. Cobalah menggambar bersama di weekend ini. Carilah ide-ide gambar bentuk yang bisa Anda ajarkan kepada anak. Tak perlu mewah-mewah dari sisi peralatan. Beberapa crayon / pensil warna sudah cukup. Bahkan kadang beberapa lembar kertas HVS dengan pensil saja sudah cukup. Yang penting bagaimana Anda mengemas kegiatan tersebut.

Nasihat-nasihat Emas Pengasuhan Anak : Mengasah Kreativitas

Follow IG kami : @posterbelajar

anak super tips parenting anak buah hati ayah bunda

Jadikan anak lebih kreatif dengan memberikan ini untuk mereka >> Klik di Sini !

Oleh : Tim Redaksi FP FB Tips Parenting Sukses

  1. Setiap orang tua harus paham benar bahwa dunia ini selalu berubah. Apa yang terjadi pada masa kita belum terjadi pada masa saat anak-anak kita dewasa, dan sebaliknya.
  2. Oleh karena itu penting membekali anak dengan karakter kreatif agar ia bisa lebih adaptif dengan perubahan.
  3. Kreatif sendiri memiliki banyak definisi, salah satunya adalah berani mencoba sesuatu yang baru / berbeda.
  4. Umumnya anak kecil cenderung sudah memiliki sifat ini secara natural. Mereka senang mencoba hal yang baru atau memiliki rasa ingin tahu yang besar.
  5. Namun biasanya orang tua-lah yang sering kali “meng-cut” karakter dasar kreatif ini. Entah karena over protektif, atau ketidaktahuan orang tua.
  6. Misal ketika anak memegang sebuah cangkir yang sudah tertata rapi di meja, langsung di stop orang tua dengan alasan nanti berantakan.
  7. Atau ketika anak membuat “lukisan” di dinding, langsung dibentak orang tua dengan alasan kotor.
  8. Atau ketika anak mencoba membuat sebuah istana dari mainan lego miliknya, dan ternyata tidak mirip sekali dengan istana, orang tua mencemooh anak dan bilang itu mah bukan istana.
  9. Masih banyak lagi “adegan” yang membuat kreativitas anak terhenti. Dan sebagian besarnya adalah karena kesalahan cara pandang kita soal kreativitas.
  10. Barang kali kita belum juga paham, bahwa kreativitas anak akan bisa mempengaruhi cara berpikirnya kelak.
  11. Sekali pun Anda “mencontohkan” cara penyelesaian sebuah masalah, belum tentu ia bisa menghadapinya jika menghadapi masalah yang sama. Sebab bisa jadi variable dan kondisinya sudah berbeda jauh.
  12. Oleh karena itu lebih baik membekali ia kemampuan kreatif daripada membekali ia dengan terlalu banyak “solusi” atas berbagai masalah.
  13. Biarkan anak yang mencari solusinya sendiri atas setiap masalah.
  14. Oleh karena itu Ayah Bunda jangan terus menerus mendikte anak dalam kehidupannya. Sesekali bahkan biarkan ia berbuat salah, selama itu tidak berbahaya. Biarkan ia belajar dari kesalahannya.
  15. Jika Anda tipe orang tua “apik” yang selalu terbiasa dengan suasana rapi di rumah. Pahamilah bahwa usia balita atau beberapa tahun sesudahnya masih berbeda dengan cara pandang Anda itu.
  16. Lebih baik Anda biarkan rumah Anda “berantakan” karena ulah si kecil selama beberapa tahun, namun saat mereka dewasa Anda bisa tenang, karena kemampuan kreatif mereka. Daripada Anda memaksakan rumah tetap rapi, tapi kemampuan kreativitas anak Anda terhambat.
  17. Memang orang tua sering kali harus berkorban demi masa depan anak. Sebuah pengorbanan yang akan terbayar kelak.
  18. Biarkan anak Anda menjadikan dinding rumah Anda kanvas mereka untuk melukis, menjadikan meja-meja Anda sebagai alas kreativitas mereka, menjadikan piranti rumah Anda sebagai bahan dasar imajinasi mereka soal kreasi mereka di masa depan.
  19. Kebiasaan orang tua yang suka menjatuhkan mental anak juga merupakan faktor perusah kreativitas. Bisa jadi yang mereka buat tidak mirip sama sekali dengan yang mereka katakan. Tapi ingatlah, mereka masih kecil, sedang gelar S1 seperti Anda saja belum mereka raih. Maka itu sudah prestasi terbaik untuk mereka.
  20. Pujilah setiap kali mereka mencipta, apa pun hasilnya. Itu akan membuat mereka terus mencipta. Semakin hari semakin sempurna. Dan suatu saat Anda akan dibuat bangga dengannya.
  21. Jangan remehkan anak yang mulai membuat “pesawat” dengan hanya sebuah kertas, atau lego, atau bahkan kaleng bekas. Sebab suatu saat bisa jadi mereka membuatnya di sebuah hanggar beneran, di masa depan.
  22. Orang tua yang suka menyumbat daya kreativitas anak pada hakikatnya adalah orang tua yang “kejam”. Kenapa kejam? Karena mereka seperti membunuh “hak hidup” anak di masa depan.
  23. Apa yang bisa dilakukan anak yang tidak kreatif di masa depan selain merepotkan orang lain bahkan orang tuanya.
  24. Anak yang kreatif akan produktif mencari solusi atas masalahnya sendiri, tidak akan merepotkan orang lain. Bahkan ia cenderung menjadi problem solver atas masalah orang lain.
  25. Oleh karena itu ayah bunda, mari asah kreativitas anak-anak kita. Semoga dengannya kehidupan mereka di masa depan lebih baik dan lebih bahagia…

Memasang ini di rumah bisa menstimulasi anak menjadi lebih kreatif, KLIK >> DI SINI.

Demikian tips-tips ini. Jika Anda merasa hal ini bermanfaat, silahkan SHARE tulisan ini ke rekan-rekan Anda (silahkan tekan tombol di bawah tanda panah).

Jika Anda ingin mendapat tulisan-tulisan inspiratif lainnya seputar dunia parenting langsung di WA Anda, silahkan KLIK >> DI SINI!

Kami akan mengirimkan artikel-artikel inspiratif seputar dunia parenting langsung ke HP Anda.