Menyelesaikan Masalah Tanpa Marah-marah

Bagaimana Poster Belajar Membantu Menyelesaikan Masalah Anak Anda

Di tengah keluguan dan kelucuan anak-anak kita. Kadang kita dibuat kesal oleh sebagian kelakuan anak-anak kita tersebut.

Tidak perlu gelisah apalagi marah-marah 🙂 Silahkan dicoba berbagai terapi Poster Belajar ini, semoga bermanfaat untuk Ayah Bunda.

KASUS 1 : KAKAK SERING BERTENGKAR DENGAN ADIK

Solusi : Coba ambil Poster Belajar Binatang Tipe 1.

Ajak Kakak dan Adik bermain. Keduanya suruh melihat gambar dan menghafalkan semua binatang yang ada berserta namanya. Siapkan kertas untuk menggambar, dan juga hadiah-hadiah kecil.

Permainan dimulai. Poster Belajar Binatang Tipe 1 ditutup, hanya diperlihatkan ke yang bertugas menggambar. Misalnya, giliran pertama Kakak. Ayah/Bunda tunjukkan hewan yang harus di gambar. Kakak mulai menggambar. Adik harus menebak nama binatangnya. Kalau bisa dapat satu hadiah. Jika bisa menebak bahasa Inggrisnya, dapat hadiah lagi.

Lalu peran bisa diganti. Adik menggambar, Kakak menebak. Dan seterusnya.

Ayah Bunda juga bisa gunakan tipe-tipe Poster Belajar yang lain. Ada 100 model untuk dipilih. Silahkan lihat >> di sini.

KASUS 2 : Anak yang terlalu minder

Solusi : Coba ambil Poster Belajar Pekerjaan Tipe 1.

Ajak anak melihat semua profesi yang ada di gambar. Ketika anak sudah memilih, ajak dia “pergi ke masa depan sejenak”. Ajak ia seakan sudah di masa depan dengan profesinya tersebut.

Sampaikan kebaikan-kebaikan yang bisa ia lakukan kepada banyak orang, dan bagaimana orang-orang menghargai profesi tersebut.

Lakukan sampai percaya dirinya timbul.

Ayah Bunda juga bisa gunakan tipe-tipe Poster Belajar yang lain. Ada 100 model untuk dipilih. Silahkan lihat >> di sini.

KASUS 3 : Anak yang terlalu banyak main gadget/smartphone

Solusi : Coba ambil Poster Belajar Benda di Kamar Tipe 2.

Anak terlalu banyak main HP/smartphone kemungkinan karena tidak banyak pilihan aktivitas yang bisa jadi pilihannya.

Ajak anak bermain dengan Poster Belajar Benda di Kamar Tipe 02. Minta dia melihat dan menghafalkan semua benda yang ada namanya.

Setelah waktunya cukup. Minta dia berbalik arah dulu. Lalu, tutup semua benda yang ada namanya dan beserta tulisan namanya.

Minta anak menebak benda-benda tersebut. Silahkan Anda beri poin untuk yang benar. Dan lebih baik lagi jika ada hadiah kecil yang bisa diberikan untuknya. InsyaAllah keseruan ini akan mengalihkan dia dari smartphone.

Ayah Bunda juga bisa gunakan tipe-tipe Poster Belajar yang lain. Ada 100 model untuk dipilih. Silahkan lihat >> di sini.

KASUS 4 : Anak tidak doyan makan

Solusi : Coba ambil Poster Belajar Anggota Tubuh Tipe 6.

 

Coba bermain sedikit dengan anak menggunakan Poster Belajar Tipe 06.

Ajak dia belajar dan mungkin sampai menghafalkan semua anggota tubuh tersebut. Ketika sampai bagian mulut dan juga perut, Ayah Bunda bisa cerita sedikit soal proses makan.

Lalu perluas ceritanya bahwa jika kita tidak makan, semua bagian tubuh itu akan kekurangan nutrisi, bisa menyebabkan sakit dll. Sementara jika dia mau makan, sampaikan semua efek positifnya bagi kesehatan, bahkan bagi masa depannya.

Ayah Bunda juga bisa gunakan tipe-tipe Poster Belajar yang lain. Ada 100 model untuk dipilih. Silahkan lihat >> di sini.

KASUS 5 : Anak tidak doyan sayur

Solusi : Coba ambil Poster Belajar Sayuran Tipe 1.

Tutup bagian nama pada Poster Belajar Sayuran Tipe 01.

Minat anak menebak nama sayuran yang ditutup namanya. Jika benar beri poin, atau hadiah tertentu (jika ada).

Pada saat memberi poin/hadiah, Anda bisa jelaskan manfaat setiap sayuran bagi tubuh. Akan lebih baik misalnya setiap sayuran Anda kesankan bisa berbicara kepada anak. Anda juga bisa kembangkan pada tipe sayuran yang lain. Dengan ilustrasi yang lucu, harapannya anak terbiasa dengan sayuran dan tidak lagi menganggap itu momok saat makan.

Ayah Bunda juga bisa gunakan tipe-tipe Poster Belajar yang lain. Ada 100 model untuk dipilih. Silahkan lihat >> di sini.

KASUS 6 : Anak Suka membangkang pada orang tua

Solusi : Coba ambil Poster Belajar Doa Sehari-hari Tipe 11.

Pada saat kondisi sedang tenang, ajak anak melihat Poster Belajar Doa Sehari-hari tipe 11.

Bersama-sama ajak anak mengucapkan doa kepada orang tua dan doa kebaikan dunia akhirat.

Anda ajarkan tentang keharusan anak taat pada orang tua. Bisa dikembangkan tentang kebaikan dunia akhirat yang dia dapatkan jika taat pada orang tua. Semoga dengan usaha ini, perlahan anak akan membaik keshalihannya.

Ayah Bunda juga bisa gunakan tipe-tipe Poster Belajar yang lain. Ada 100 model untuk dipilih. Silahkan lihat >> di sini.

KASUS 7 : Anak Terlalu banyak nonton TV

Solusi : Coba ambil Poster Belajar Kegiatan Tipe 5.

Ajak anak bermain tebak gambar dengan poster ini. Biarkan dia melihat dan menghafal kata-kata pada poster itu.

Setelah selesai, Anda tutup semua namanya, dan minta ia menebak nama-nama itu dengan cara menulis di selembar kertas.

Setiap tebakan yang benar Anda beri poin atau bahkan hadiah. Dengan ini harapannya aktivitas anak (menulis) menjadi lebih banyak daripada sekedar menonton TV.

Anda juga bisa jelaskan, sebaiknya ananda seperti yang dalam ilustrasi itu, walau ada TV, tapi TV-nya dimatikan dan lebih memilh baca buku.

Ayah Bunda juga bisa gunakan tipe-tipe Poster Belajar yang lain. Ada 100 model untuk dipilih. Silahkan lihat >> di sini.

KASUS 8 : Anak Malas sekolah

Solusi : Coba ambil Poster Belajar Pekerjaan  Tipe 3.

Pada kesempatan yang tenang, ajak anak melihat beraneka ragam profesi di poster tersebut.

Bebaskan ia memilih. Setelah itu, sampaikan dan gambarkan kepadanya bahwa pada profesi yang ia pilih membutuhkan proses, dan salah satunya adalah sekolah.

Beri ia motivasi bahwa semua orang sukses harus belajar dan karenanya ia harus bersemangat ke sekolah.

Ayah Bunda juga bisa gunakan tipe-tipe Poster Belajar yang lain. Ada 100 model untuk dipilih. Silahkan lihat >> di sini.

Sebuah Renungan : Ayah Bunda, Lepaskan Egomu

orang tua pembelajarSalah satu kelemahan sebagian besar orang tua adalah ketidaksediaan mereka untuk belajar “ilmu menjadi orang tua”. Sebagian mereka terjebak pada rutinitas tiada akhir dan sebagian lagi menyepelekan fungsi orang tua.
Akhirnya anak berkembang tanpa arah yang jelas. Hanya sekedar memenuhi kebutuhan biologis dan sedikit kebutuhan eksistensi anak. Padahal menjadi orang tua sungguh tak mudah (dan imbalan besar bagi yang bisa menjalani peran ini dengan baik).
Sebagian orang tua malas belajar, padahal ilmu soal “parenting” sudah tersebar di mana-mana. Mereka menganggap “sudah bisa jadi orang tua” dengan memiliki anak tersebut. Atau “bisa menjadi orang tua” berbekal pengalaman yang mereka alami, baik atas diri mereka sendiri saat menjadi anak, atau melihat kasus-kasus yang terjadi.
Bisa jadi yang mereka alami, nilai yang mereka pegang ternyata tidak tepat, atau sudah tidak pas lagi dengan kehidupan anak-anaknya saat ini. Dan akhirnya pengasuhan anak berlangsung dengan cara yang kurang tepat. Akibatnya mungkin tak langsung dirasakan, tapi bisa jadi 5, 10, 15 atau 20 tahun mendatang, yang jika tidak diperbaiki akan menyusahkan mereka di masa depan.
Oleh karena itu Ayah Bunda, mari belajar menjadi orang tua yang baik. Jangan “gengsi” untuk belajar. Jangan marah jika mendapat kritik dari pihak lain soal pengasuhan yang kita lakukan. Jangan gunakan hawa nafsu kita saat mendengarkan sebuah ide soal pengasuhan anak yang mungkin berbeda dengan apa yang kita lakukan saat ini walau kita merasa sudah benar. Obyektiflah, dan prioritaskan masa depan anak-anak kita, kesehatan fisik dan psikologis anak kita daripada ego kita sendiri.
Tak pernah bermanfaat mempertahankan ego diri kita hanya untuk diakui bahwa kita orang tua yang hebat. Lalu kita tak mau sekedar duduk di sebuah seminar parenting, melihat video / cuplikan sebuah seminar, membaca buku-buku parenting, berdiskusi dengan orang tua lain seputar pengasuhan anak. Dan masih banyak lagi.
Jangan gengsi juga untuk mengubah diri jika ternyata kita melakukan kesalahan selama ini. Semakin cepat kita memperbaiki kesalahan, maka semakin baik akibatnya bagi anak-anak kita dan pada akhirnya untuk kita juga.
Anak-anak kita adalah kertas putih yang suci. Kitalah yang akan membentuk mereka jadi apa. Maka jangan biarkan kertas itu kusam, terkotori debu jalanan, atau terkoyak orang lain yang mau merusaknya. Jagalah anak-anak kita dengan baik. Karena mereka amanah sekaligus hadiah terindah dalam kehidupan.
Ingat, tak semua orang bisa mendapat nikmat ini, walau sudah berjuang sekuat tenaga untuk mendapatkannya. Buktikan rasa syukur kita dengan merawat buah hati kita sebaik-baiknya.